Home / Nail Treatment / 10 Kesalahan pada Manikur yang Sering Dilakukan dan Bagaimana Cara Mencegahnya

10 Kesalahan pada Manikur yang Sering Dilakukan dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Jumat, 15/07/2016 | 09:58 WIB

Nail Treatment

Share this article

Apa rasanya sih ketika Sahabat Cantik sudah berjerih lelah untuk manikur, tapi ternyata nail polish yang dipakai tidak bertahan lama karena rusak? Tentunya kita pernah mengalami pengalaman, yang secara tidak sengaja merusak nail polish yang sudah kita susah payah buat kan? Bahkan kita juga bingung bagaimana mengatasinya. Sahabat Cantik tidak perlu khawatir nih! Akucantik.id akan menjelaskan mengenai 10 hal apa aja sih yang bisa merusak nail polish dalam proses manikur Sahabat Cantik. Yuk disimak, ya! 


1. Mandi air hangat usai manikur

Disarankan nih buat Sahabat Cantik agar tidak langsung mandi setelah melakukan manikur. Kontak antara nail polish dengan hangat dan uap dari shower dapat membuat nail polish bergelembung atau bernoda. Sehingga sebaiknya menunggu selama 1 jam setelah usai manikur sebelum mulai mandi. 


2. Tidur usai menerapkan manikur

Tidur langsung setelah manikur itu tidak baik Sahabat Cantik, karena dapat  membuat nail polish luntur dan menempel pada ranjang, yang disebabkan oleh pergerakan tangan pada saat tidur. Memang benar pengeringan nail polish yang baru saja diaplikasikan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Oleh sebab itu terdapat trik yang mudah nih untuk dapat membantu proses pengeringan kutek, yaitu diamkan terlebih dahulu selama 1 – 2 menit, kemudian rendam dalam air yang sangat dingin selama 3 menit yang sangat membantu proses pengeringan nail polish. Hati-hati ya Sahabat Cantik ketika menyelamkan langsung bagian kuku kedalam air dingin, disarankan agar perlahan-lahan, karena apabila kuku dihentakan terlalu kencang, dapat membuat nail polish bernoda.


3. Tidak menggunakan topcoat

Apakah Sahabat Cantik mengetahui bahwa mengabaikan penggunaan topcoat tidak hanya dapat mengurangi faktor mengkilapnya nail polish, tapi bisa juga mengurangi ketahanannya? Disarankan untuk pemakaian topcoat untuk meningkatkan ketahanan nail polish.  Jangan lupa juga untuk mengaplikasikan layer topcoat baru setiap 2 atau 3 hari sekali untuk membuat nail polish tetap berkilau dan mencegahnya luntur ya, Sahabat Cantik!


4. Tidak menggunakan basecoat

Apakah Sahabat Cantik pernah berpikir bahwa mengabaikan pemakaian base coat sekali atau dua kali pada nail polish tidak akan merusak kuku? base coat, pada dasarnya dapat melembutkan permukaan kuku dan akan berdampak pada hasil nail polish yang sempurna. Selain itu, juga dapat mencegah perubahan pada warna kuku. Kuku jadi berwarna kekuningan karena menyerap dari cairan nail polish. Jadi, jangan sampai lupa menggunakan base coat ya, Sahabat Cantik!


5. Menerapkan lapisan nail polish yang tebal 

Untuk menyamakan warna nail polish terlihat terang dan halus seperti yang terlihat di botol, Sahabat Cantik pasti berpikir untuk mengoleskan nail polish tersebut secara terus menerus sampai terlihat tebal. Padahal tidak selamanya benar. Dalam persoalan ini kesabaran ialah kuncinya. Sahabat cantik cukup menerapkan 2-3 kali polesan, dan tunggu kering setiap selesai memoles lapisan. Ketika sahabat cantik menerapkan layer nail polish yang tebal, nail polish cenderung lebih lama untuk kering, dan nail polish semakin mudah untuk luntur. Penerapan 2 sampai 3 kali poles akan memberikan hasil yang terbaik. Jangan sampai berlebihan ya, Sahabat Cantik!


6. Melakukan hanya sekali polesan

Apabila Sahabat Cantik ingin melihat hasil seperti di salon manikur, yang perlu dilakukan adalah memoles nail polish sebanyak 2 sampai 3 kali polesan. Hanya dengan sekali poles, bagian samping mungkin tidak tertutup dengan kutek, karena polesan tidak menjangkau bagian itu hanya dalam sekali poles. Hal tersebut yang membuat nail polish terlihat tidak rapi, Sahabat Cantik.


7. Memulai manikur dengan kuku yang berminyak

Apabila terdapat sedikit minyak di permukaan kuku sebelum base coat/vitamin diaplikasikan, maka membuat lebih mudah untuk hilang loh, Sahabat Cantik! Oleh karena itu, ketika kamu menggunakan lotion sebelum mengaplikasikan cat kuku, akan lebih baik jika kamu membersihkannya terlebih dahulu agar tidak ada sisa minyak yang menempel pada permukaan kuku kamu. Jadi, jangan sampai lupa ya untuk membersihkan permukaan kuku dari minyak untuk mendapatkan hasil yang maksimal!


8. Menggunakan cat nail polish yang sudah lama

Tidak ada hal yang lebih menyebalkan dari pada mengucapkan selamat tinggal pada nail polish kesayangan Sahabat Cantik karena nail polish sudah teraduk dan terlihat tidak menarik lagi ketika dipakai. Seiring berjalannya waktu, zat pelarut pada nail polish menguap, menjadikan terlihat tebal dan berserabut. Hal ini membuat penerapan nail polish semakin sulit. Selain itu cenderung kurang melekat. Hal ini dapat diatasi dengan mencampurkan 2-3 tetes acetone/ nail polish thinner pada botol nail polish sehingga kembali mencair dan seperti baru lagi. Tetapi, untuk beberapa kondisi tekstur yang terlalu parah, sebaiknya nail polish di ganti dengan yang baru setiap tahunnya.


9. Menghindari seluruh bagian cuticle

Pengaplikasian nail polish akan terlihat berantakan apabila kamu mengaplikasikannya pada bagian cuticle, melebihi dari bagian cuticle, atau meninggalkan jarak yang cukup luas diantara nail polish dengan bagian cuticle. Sahabat cantik disarankan hanya menyisahkan jarak sekitar 1-2 helai rambut antara nail polish dengan cuticle. Cara yang ampuh untuk mendapatkan hasil yang terbaik adalah mengaplikasikan nail polish sedekat-dekatnya tanpa menyentuh bagian cuticle dengan cara mengoleskan kuas dengan tekanan yang ringan ketika mendekati bagian cuticle sehingga akan menghasilkan warna yang rapih dan sempurna. Adapun cara lain untuk memudahkan cat kuku tidak terkena kutikel, yaitu dengan mengoleskan petroleum jelly pada kutikel kuku tetapi jangan sampai terkena bagian kuku, kemudian aplikasikan nail polish seperti biasa dan setelah selesai, kamu dapat membersihkan petroleum jelly pada kutikula kuku kamu.


10. Menggunakan Acetone Remover

Nail polish remover
mengandung zat acetone yang tinggi yang dapat mendehidrasikan kuku dan menutupi cuticle. Penggunaan yang berulang dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik putih pada kuku loh, Sahabat Cantik! nail polish  remover tanpa zat acetone akan mengurangi resiko tersebut. Jadi, pakai nail polish  remover yang tidak menggunakan zat acetone ya, Sahabat Cantik!

Setelah mengetahui 10 kesalahan  umum yang dilakukan pada saat manikur, jangan sampai Sahabat Cantik mengalaminya, ya!

POST A COMMENT

0 Comments