Home / Hair Treatment / Aman Gak Sih Mewarnai Rambut?

Aman Gak Sih Mewarnai Rambut?

Rabu, 20/07/2016 | 09:19 WIB

Hair Treatment

Share this article

Halo Sahabat Cantik! Pernah nggak sih berpikir kalau mengubah gaya dan warna rambut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri Sahabat Cantik?  Tapi banyak loh yang harus dipertimbangkan sebelum mengubah gaya dan warna rambut, salah satunya adalah dampak negatif penggunaan cat rambut bagi kesehatan. Nah, kali ini, akucantik.id mau membahas mitos seputar pewarnaan rambut!

Untuk mewarnai rambut, tentunya Sahabat Cantik membutuhkan cat rambut yang sesuai dengan model pewarnaan rambut yang kalian inginkan.  Selain itu, pastikan kondisi rambut Sahabat Cantik itu bersih, namun setelah mengecat rambut hindari mencuci rambut dengan menggunakan shampoo, karena akan membuat kutikula rambut terbuka dan akan menyebabkan warna rambut mudah luntur luntur.

Alat-alat yang diperlukan :

– Cat rambut

– Jepit rambut

– Kain gelap untuk menutupi baju

– Kuas

– Sarung tangan plastik

– Shower cap (penutup kepala)

Setelah alat yang diperlukan sudah lengkap atau sudah dipersiapkan, lakukan cara dibawah ini.


Berikut cara mengecat rambut :

1. Perhatikan Kondisi Rambut

Rambut yang rontok, bercabang, kering, rusak dan rapuh sebaiknya tidak diwarnai dahulu, sebab akan memperparah kondisinya. Rawat dulu dengan masker atau creambath 2-3 bulan berturut-turut.

2. Memilih Produk Cat Rambut

Pilih produk cat rambut yang berkualitas baik.

Cirinya adalah diformulasi dengan nutrisi lengkap. Kandungannya terbuat dari bahan alami seperti aloe vera, balm mint, hops, fennel, chamomile, mistletoe, atau yarrow. Jangan pernah tergiur harga murah yang beresiko dapat merusak rambut.

3. Memilih Warna Cat Rambut

Pilih warna cat rambut yang sesuai rona kulit, yang dapat membuat wajah terlihat cerah. Warna yang cocok untuk wanita Asia yaitu :

– Mahogani tua

– Merah tembaga

– Merah cokelat

– cokelat keunguan

– Merah keunguan

– Burgundy

4. Rambut Belum Pernah Dicat

Untuk rambut yang belum pernah diwarnai, pilih warna yang lebih terang dari hasil yang diinginkan  (2-3 level lebih terang).

Sebaiknya hindari bleaching (mewarnai rambut dengan warna pirang terlebih dulu agar warna yang diinginkan mudah didapat). Bila rambut sudah pernah dicat warna gelap, pilih warna yang sama dengan rambut, sebab warna yang lebih terang sulit keluar, kecuali dengan bantuan bleaching. Bila rambut telah dicat warna terang, Kamu bebas memilih warna apa saja.

5. Menggunakan 2 Dus Untuk Rambut Panjang atau Tebal

Jika rambut panjang atau tebal, dan belum pernah diwarnai dianjurkan menggunakan 2 dus.

Sebab bila cat rambut tidak tuntas menutup batang rambut, hasil warnanya akan kurang indah.

6. Proses Pewarnaan

Sebelum proses pewarnaan, pastikan rambut kering.

Cucilah malam sebelumnya. Rambut yang berminyak atau basah, warnanya tidak dapat masuk secara maksimal. Nah triknya adalah shampoonya harus tepat. Pilih yang mengandung keratin untuk melindungi dari kerusakan luar atau efek korosif dari zat aktif pada cat rambut.

7. Menyimpan Cat Rambut

Sebaiknya simpan cat dan lakukan pengecatan di suhu udara sekitar 20-25ºC.

Lebih dingin dari itu formula krim cat rambut kemungkinan tidak bisa menghasilkan warna yang maksimal.

8. Membagi Rambut Menjadi Beberapa Bagian

Untuk rambut panjang: jepit menjadi 4-6 bagian untuk memudahkan pewarnaan dan hasilnya lebih merata sampai ke dalam.

Mulailah aplikasi dari belakang. Sedia kapas dan baby oil untuk menghapus noda cat yang terkena area kulit. (biasanya di dahi dan sekitarnya).

9.Habiskan Sisa Cat Rambut

Produk cat yang sudah dicampur tidak bisa disimpan. Bila cat masih tersisa habiskan saja, lebih baik dioleskan lagi kerambut.

10. Gunakan Shower Cap

Untuk rambut yang belum pernah diwarnai, panjang atau tebal, gunakan shower cap saat menunggu dibilas. Hal ini dapat membuat zat aktif dalam formula cat rambut bekerja lebih efektif.

Berikut merupakan mitos seputar mewarnai rambut :

1. Mewarnai Rambut Membuat Rambut Rontok?

Reaksi rambut setiap orang tentunya berbeda terhadap cat rambut, karena tergantung pada kondisi kesehatan rambut masing-masing orang. Tapi, sampai saat ini belum ada loh penelitian yang mengatakan kalau cat rambut dapat mengakibatkan secara langsung terhadap kerontokan. Produk pewarna rambut yang ada di pasaran (baik yang digunakan di salon atau di rumah), biasanya sudah dilengkapi dengan aneka vitamin serta conditioner yang mampu melindungi rambut dari kerusakan dan mencegah kerontokan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah pewarnaan atau pengeritingan terlalu sering sehingga rambut jadi tidak sehat, kering, kusam, serta patah. Tapi, hal ini tidak membuat rambut jadi rontok.

Faktanya, kerontokan rambut merupakan salah satu fase alami yang terjadi dalam rambut kita. Perlu Sahabat Cantik ketahui juga, setiap orang mengalami tiga fase pertumbuhan rambut, yaitu fase pertumbuhan, fase transisi, dan fase istirahat. Nah, fase istirahat ini merupakan proses perontokan rambut. Tapi, jika teknik yang digunakan untuk mengecat rambut salah, maka akan mengakibatkan rambut kalian kering dan mudah patah, sehingga sering disalahartikan dengan rambut rontok setelah pewaenaan rambut.

Namun pewarnaan rambut yang terlalu sering dan menggunakan dosis yang berlebihan dapat memicu kerusakan rambut. Oleh sebab itu, telitilah sebelum melakukan pewarnaan pada rambut. Selain itu zat kimia yang digunakan pada proses pelurusan rambut atau rebounding. Proses pendiaman rambut selama 30 menit pada pelurusan rambut ini memperparah kerontokan yang akan dialami oleh rambut.


2. Pewarna Rambut Menyebabkan Kanker?

Apa iya? Ketika semua orang mendengar kata “kanker” tentunya kita menjadi takut untuk mengecat rambut. Menurut NCI (National Cancer Institute) beberapa penelitian mengungkapkan hubungan penggunaan pewarna rambut di rumah dengan peningkatan kanker darah (leukimia) dan kanker tulang namun beberapa penelitian tidak menunjukkan hubungan yang serupa. Berdasarkan bukti-bukti yang ada IARC (International Agency for Research on Cancer) berkesimpulan bahwa penggunaan pewarna rambut di rumah “not classifiable as to its carcinogenicity to human” atau tidak bisa dikategorikan sebagai karsinogen (zat yang menyebabkan penyakit kanker). Sahabat Cantik, tapi tenang saja gunakanlah pewarna rambut yang sudah teruji laboratorium dan jangan terlalu sering mengganti warna rambut untuk menghindari penggunaan bahan kimia yang berlebih.

3. Alergi Terhadap Cat Rambut

Sahabat Cantik, memang benar sejumlah zat dalam pewarna rambut dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Yang paling umum adalah ParaPhenyleneDiamine (PPD), zat ini yang bereaksi dengan peroksida dalam pewarna kimia. PPD sendiri terdapat pada dua pertiga bahan pewarna rambut, menjadi bahan dasar tato temporer, bahan baku pembuatan polimer, komposit, serat, karet, pewarna tekstil, dan pigmen. Perlu diketahui juga ya Sahabat Cantik, PPD ini terkandung dalam pewarna rambut yang gelap, semakin gelap warna dalam pewarnaan rambut semakin banyak juga zat PPD yang terkandung didalamnya. Sebaliknya, semakin terang warna dalam pewarnaan rambut semakin sedikit zat PPD yang terkandung didalamnnya. Penggunaan cat rambut yang gelap harus dibatasi juga ya Sahabat Cantik, maksimal 1 kali dalam setahun atau 1 kali dalam 6 bulan. Karena jika terlalu sering menggunakan pewarna rambut yang gelap, zat PPD tersebut akan terus menumpuk di kulit kepala dan sulit untuk menghilangkannya. Sahabat Cantik juga harus tahu kalau alergi dapat menyebabkan ruam merah di sekitar garis rambut dan menyebabkan gatal, bengkak, bahkan iritasi kulit yang lebih parah. Cara yang paling sederhana agar Sahabat Cantik terhindar dari  reaksi alergi ini adalah dengan menggunakan test patch (tes alergi). Cara terbaik mencegah alergi cat rambut adalah dengan terlebih dahulu melakukan pengujian untuk mengetahui terjadi tidaknya respon alergi.

- Oleskan sejumlah kecil cat rambut pada pergelangan tangan atau di belakang telinga.

- Biarkan tetap berada pada kulit selama 25-30 menit dan kemudian cuci dengan air.

- Pergelangan tangan dan daerah belakang telinga memiliki kulit halus sehingga ideal untuk menguji reaksi alergi.

- Setelah kulit dibersihakn, periksa ada tidaknya reaksi dalam 24 jam ke depan.

- Jika kulit menjadi merah, iritasi atau lecet, maka produk cat rambut tersebut berpotensi menyebabkan alergi.

Nah, gimana Sahabat Cantik? Sekarang kalian sudah mengetahui kan apa saja cara dan beberapa mitos pewarnaan rambut. Perlu di ingat lho Sahabat Cantik ini adalah mitos yang berarti bisa saja akan terjadi ataupun tidak akan terjadi, jika Sahabat Cantik ingin tampil beda dengan perubahan pada rambut, sah-sah saja kok namun dengan catatan proses pengecatan dilakukan dengan benar dan rambut tetap dirawat secara intensif setelah proses pengecatan. Selamat berekspresi, Sahabat Cantik!


POST A COMMENT

0 Comments