Home / Healthy Lifestyle / Fakta dan Mitos Seputar Lemak

Fakta dan Mitos Seputar Lemak

Jumat, 5/08/2016 | 09:54 WIB

Healthy Lifestyle

Share this article

Lemak merupakan kata yang tidak disukai bahkan dianggap sebagai momok menyeramkan dan faktor yang membuat tampilan tubuh menjadi tidak menarik oleh hampir seluruh wanita. Bahkan banyak dari Sahabat Cantik yang menerapkan makanan hingga gaya hidup yang jauh dari lemak. Sekarang akucantik.id akan menyajikan fakta dan mitos segala sesuatu terkait lemak tubuh. Yuk disimak.


1. Makanan Berlemak Membuat Gemuk

Banyak dari Sahabat Cantik yang menghindari makanan berlemak dan menggantinya dengan makanan yang mengandung gula tinggi. Sebenarnya itu adalah sebuah mitos.

Menurut ahli nurtisi, Michelle Babb, "memang benar lemak memiliki lebih banyak kalori dibanding karbohidrat dan protein, tetapi juga merupakan salah satu bagian dari pola makan yang sehat. Lemak yang disajikan dalam takaran yang cukup tidak akan menjadikan kamu gemuk.”

Lemak lebih lambat dicerna daripada karbohidrat dan merangsang pelepasan hormon kenyang. Dibanding menggantinya dengan makanan yang mengandung gula tinggi, justru membuat tubuh lebih cepat lapar.

Sebuah studi pada tahun 2013, Scandinavian Journal of Primary Health Care, mendapati seseorang yang mengkonsumsi makanan rendah lemak dalam kesehariannya, termasuk susu rendah lemak dan tidak mengkonsumsi butter sama sekali, memiliki resiko lebih besar untuk mendapatkan obesitas dibanding orang yang mengkonsumsi susu dairy cream, whipping cream dan makanan yang mengandung butter.

Ulasan dari European Journal of Nutrition di tahun 2013 juga mendapati makanan keseharian yang memiliki lemak yang tinggi berhubungan dengan menurunkan lemak dalam tubuh, makanan tinggi lemak akan menurunkan tingkat resiko obesitas jika dikonsumsi dalam takaran yang benar.


2.  Usia bertambah, tubuh makin sulit membakar lemak

Para peneliti hampir menemukan jawaban mengapa pertambahan usia menjadikan orang semakin mudah gemuk. Kondisi tersebut diyakini, karena satu dari dua jenis lemak dalam tubuh manusia menjadi kurang aktif seiring pertambahan usia. 

"Keluhan yang umum adalah orang tua harus bekerja dua kali lebih keras dalam melakukan diet dan olahraga untuk mendapat setengah hasil orang muda," kata Dr Gerald Weissmann, Pimpinan Redaksi di Jurnal FASEB yang mempublikasikan hasil penelitian tersebut. Menurutnya, melalui penelitian itu, dapat diketahui alasan orang berusia tua lebih sulit menurunkan berat tubuh, karena salah satu jenis lemaknya berhenti bekerja seiring pertambahan usia. Usia di atas 45 tahun menjaga berat badannya tetap stabil dengan hanya makan 200 kalori lebih sedikit per harinya dibanding usia yang lebih muda.  Menurut ahli lainnya, Marie Savard, pilihan terbaik untuk menghindari penumpukan lemak yaitu dengan cara 30 sampai 45 menit latihan intensitas sedang setidaknya lima hari dalam seminggu.


3.  Mengurangi Intensitas Makan Menjadi Strategi Fat-Burning Terbaik

Merupakan Fakta namun tak sepenuhnya baik. Mengurangi intensitas makan hanya efektif untuk dijalankan dalam jangka waktu yang singkat. Sebaiknya untuk jangka waktu yang panjang, lebih memfokuskan ke program diet tanpa mengurangi intensitas makan. 

Bahkan, disarankan tidak melewatkan waktu sarapan dan makan malam setiap harinya. Meski dilewatkan, pada akhirnya rasa lapar akan membuat kamu mengkonsumi camilan yang belum tentu sehat untuk menghilangkan lapar kamu. Hanya perlu diperhatikan, sebaiknya hindari makan sebelum tidur malam untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan. 

Kesimpulannya, mengurangi intensitas makan justru menjadikan kamu menahan lapar dan menyebabkan kamu tanpa sadar makan lebih banyak dari biasanya, sehingga mempercepat penambahan berat pada tubuh. Sehingga ada baiknya, makanlah seperti biasanya.


4.  Intensitas Olahraga Yang Lebih itu Baik Membuang Lemak

Hal ini dapat dianggap sebagai Fakta, dengan hasil yang optimal jika dilakukan dan secara teratur.

Studi The Ochsner Journal pada tahun 2009 mendapati, setelah berolahraga mengangkat beban selama 30 menit, energi yang tubuh kamu gunakan bukanlah diambil dari glycogen (yaitu senyawa yang tubuh kamu ambil untuk mendapatkan energi) melainkan dari lemak tubuh kamu. 

Nah, sekarang sudah tahu kan, apa saja sih fakta dan mitos mengenai lemak berlebih pada tubuh kamu dan bagaimana cara yang baik untuk menghilangkannya?  Semoga bermanfaat ya, Sahabat Cantik!


POST A COMMENT

0 Comments