Home / Skin Care / Menjaga Kulit Tetap Cantik dengan Tidur Sehat

Menjaga Kulit Tetap Cantik dengan Tidur Sehat

Selasa, 14/06/2016 | 09:50 WIB

Skin Care

Share this article

Siapa yang tidak suka menghabiskan banyak waktu di atas tempat tidur, apalagi ketika cuaca dingin, bersembunyi dibalik hangatnya selimut adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun seringkah Sahabat Cantik tidur kebablasan karena merasa malas dan terlalu nyaman di atas tempat tidur? 

Tidur memang memiliki dampak yang baik bagi kesehatan, kalau dalam porsi waktu yang cukup. Tapi jika terlalu lama, justru tidur akan memberi dampak negatif bagi kesehatan, badan akan terasa lemas, pusing, bahkan bisa menaikan berat badan kamuloh. Dan tahukah kamu, jika kulit wajah terlalu lama menempel pada bantal, selimut dan kain sprei, kulit wajah kamu bisa mengalami masalah. Kenapa? Yuk simak ulasannya berikut ini.


Pakailah Sarung Bantal dari Bahan Sutra atau Satin

Ternyata bahan katun pada sarung bantal tidak baik untuk kecantikan kulit dan rambut. Untuk wanita yang punya masalah jerawat, sarung bantal berbahan katun dapat membuat trauma kulit bahkan iritasi permanen yang disebabkan kolagen pada kulit kita rusak. Pilih sarung bantal bahan sutra atau satin yang halus dan lebih bersahabat bagi kulit dan rambut.


Tidurlah dengan Posisi Terlentang 

Apakah kamu pernah mengalami bangun tidur dengan wajah yang bengkak seperti kebanyakan cairan di area wajah? Nah, hal itu disebabkan karena penumpukan cairan di wajah saat Kamu tidur tengkurap (wajah menghadap ke bawah). Kebiasaan ini lah yang juga akan mempercepat datangnya keriput pada kulit wajah. Jadi biasakan untuk tidur dengan posisi terlentang atau sedikit miring.


Tidurlah dengan Waktu yang Cukup

Tidur cukup 7-8 jam sehari tak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga kecantikan. Pada saat tidur, pada tubuh terjadi berbagai proses regenerasi untuk mengembalikan kecantikan kulit secara alami. Saat bangun, kamu akan merasa fresh, wajah terlihat segar, jauh dari perasaan stres, jauh dari resiko penyakit jantung dan diabetes, dan berat badan pun terjaga. Loh, kenapa berat badan juga? 

Sebuah penelitian yang dilakukan di Quebec selama 6 tahun membuktikan bahwa waktu tidur bisa berpengaruh pada berat badan seseorang. Mereka yang waktu tidurnya terlalu lama atau terlalu singkat akan mudah mengalami pertambahan berat badan daripada mereka yang biasa selama 7-8 jam setiap malam. Dalam penelitian tersebut, orang-orang yang tidur antara 9-10 jam punya resiko 25% lebih besar mengalami pertambahan berat badan sebanyak 5 kilogram. Fakta ini pun berlaku sekalipun mereka yang kelebihan tidur sudah mengimbanginya dengan mengontrol asupan makanan dan rutin berolahraga. Maka, semakin lama kamu tidur, semakin besar pula resiko berat badan bertambah bahkan hingga obesitas. 



POST A COMMENT

0 Comments